Welcome to Hendro's story

i want something

Find Out More Purchase Theme

Find me

Facebook

Read More

Instagram

Read More

Soundcloud

Read More

Youtube

Read More

Click view more

Senin, 02 Agustus 2021

Tamparan keras dari yang maha lembut

Hari ini adalah hari yang paling berkesan dari hari hari sebelumnya, aku di tampar oleh orang nakal sewaktu masih mengenyam pendidikan di bangku sekolah, dia terkenal arogan, jagoan, terkenal mempunyai kasus kasus di sekolah yang tidak bisa di toleransi lagi oleh guru guru, tetapi di balik semua ke nakalan yang di buatnya, ternyata terdapat titik dimana orang tersebut mempunyai jiwa solidaritas yang sangat tinggi, bahkan, tidak di miliki oleh orang orang terdekatnya sekalipun, orang ini yang selalu gemar mempunyai teman baru, membuat orang ini semakin berkembang wawasannya, sewaktu mengenyam pendidikan di bangku sekolah dulu, aku suka berfikir, orang ini nanti setelah lulus mau jadi apa? dengan sifatnya yang arogan, aku selalu berekspetasi buruk tentang orang ini, bahkan salah satu sahabatku sampai berkata “di lihat lihat,sifat lo itu lebih buruk dari pada dia yaa“, seketika aku terdiam, tidak memikirkan sekitar, aku hanya memikirkan ucapan temanku yang baru saja di ucapkan kepadaku, tapi aku selalu yakin di balik pahitnya ucapan teman temanku, ada berjuta juta kebaikan di dalam setiap kata katanya.

Terimakasih atas kata kata phahitnya, 

panjang umur orang orang baik ( 29’jan )

Selasa, 01 Juni 2021

-

-

Terima kasih untuk kemarin.

Terima kasih untuk waktu luangnya.

Terima kasih untuk kebaikan hatinya.

Terima kasih untuk berada di sampingku sepanjang malam.

Terima kasih untuk kerepotan yang kamu timbulkan.

Terima kasih untuk kecerobohan yang menyebalkan.

Terima kasih untuk kejujuran yang sulit diutarakan.

Terima kasih untuk tidak marah karena aku hanya menggenggammu saat turun tangga saja.

Terima kasih untuk kelemotan yang kamu tanam.

Terima kasih untuk tidak pergi.

Terima kasih untuk senyuman yang tercetak di bibir.

Terima kasih untuk kata kata ily2 yang kamu kirimkan kepadaku.

Terima kasih untuk selalu mencoba dan tak pernah menyerah.

Terima kasih untuk peduli tentang macam hal di duniaku.

Terima kasih untuk selalu memahami sifat ku yang luar biasa anehnya.

Terima kasih untuk cerita yang kamu beberkan hingga mataku berkabut sendu.

Terima kasih untuk segalanya.


Terima kasih untuk menjadikan aku sebagai peran dalam ceritamu.


Aku tidak pernah berekspektasi lagi tentang kamu, karena kamu adalah kamu. Bukan sebuah asumsi yang tidak pasti.

Dan karena sosok sempurna itu menjadi mustahil, jika kamu hanya berteman dengan sebuah pengandaian.


Hendro

2/6/21

Rabu, 09 Desember 2020

Dear vida


Aku salah, ku pikir kamu rumah.

Nyatanya aku hanya singgah

Seberapapun aku coba untuk menyanggah.

Tetap saja aku kalah..

Jadi?

Biarlah aku yang patah,

Kamu? Tetaplah bertumbuh

Tenang, aku tidak kan menagih janjimu.

Anggap saja semua hanya omong kosong, se simple itu bukan?

Ini hanya masalah dua insan yang dipaksakan untuk bersatu, sesuatu yang di paksakan rasanya sangat tidak enak bukan?

Haha maaf, telah menuntut banyak darimu.

Menuntut agar kamu tidak pergi, menuntut agar kamu selalu ada buat ku.

Pasti kamu sudah tidak bisa menahan tuntutanku bukan?

Tak apa, keputusan kamu tepat untuk segera pergi dari beban yang ku taruh setiap hari di pikiranmu.

Ku harap, kamu semakin baik setelah kejadian ini.

Oiya, sebelum kamu benar benar pergi.

Aku hanya ingin bilang,

Aku tidak pernah merasa menyesal telah menaruh sepenuh hati

Terlihat begitu ke kanak kanakan, tapi ya beginilah aku.

Setelah ini, semoga aku bisa menjadi lebih dewasa. Amin

Titip salam buat ayah,bunda,mayang & uma yaa.


Sampai ketemu lagi ketika aku sudah berfikir dewasa.

ilsym.

Selasa, 08 Desember 2020

Vida lebih dari sekedar perumahan

Jujur,

Tahun ini telah menjadi pola siklus yang begitu menakjubkan, atas betapa luar biasanya rasa lelah.


Lelah atas apa yang ku lakukan pada diriku sendiri, ego yang membuat hidupku semakin berantakan, entah secara attitude, financial, maupun kisah percintaan yang saat ini ku jalani.

Iya cinta...

Cinta yang mulai tumbuh lewat media sosial, entah bagaimana tiba tiba bisa jatuh cinta.

Rasa yang tiba tiba muncul tanpa alasan membuatku yakin dia orang yang tepat...

Benar saja.

Kerudung cantik itu membuatku makin terpana bukan karena ke elokan tubuhnya, karena sikap yang membuatku tumbuh menjadi se dewasa mungkin.

Thats right.

Fira namanya.

Wanita berkerudung itu yang bisa membuatku tunduk kepadanya.

Entah kenapa dengan setiap kata yang dia ucapkan, semakin bisa diriku meredam emosi yang selama ini ku tanam.

“Oh Tuhan bantu aku” ,lagi lagi aku meminta kepadanya agar bisa mendapatkan hatinya.

Waktu terus berjalan, lambat laun Tuhan pun mengabulkan permintaan hambanya yang penuh dosa ini.

Aku sangat bahagia pada saat itu, bahagia karena Tuhan telah mengabulkan permintaanku tanpa melihat dosa dosaku.

Se-iring berjalannya waktu, tiba pada saat waktunya.

Aku mulai memberanikan diri untuk mengungkapkan rasa yang selama ini ku pendam.

di sebuah coffee shop pada sore hari itulah moment pertamakali yang tidak bisaku lupakan.

Jam menunjukkan pukul 17.30 , disaat kita berdua sedang asik asiknya meminum racikan coffee yang telah di buat oleh barista .

Tubuhku yang mulai gemetar, 

Aku takut.

Takut untuk mengungkapkannya, tapi hatiku sudah tidak kuat untuk menahan.

Pada akhirnya aku memberanikan diri untuk berkata.

“ By, do u wanna be my gf? “

Lalu dia menjawab.

not now.

!,&,@,$/!:’@£$¥)<;~£¥@>(~;|/\&.@¥”

Pikiranku langsung kosong pada saat itu, entah apa yang salah.

Mungkin Tuhan telah memberi hukuman kepadaku.

Tuhan yang awalnya mengabulkan 

permintaanku, lalu mematahkannya kembali.

Aku tau penyebabnya.

Aku tidak menjalankan perintahnya sebagaimana hambanya yang lain mematuhi perintahnya.

Atau memang Tuhan punya cara lain untuk menyatukanku?

Kurasa tidak.

Rasa malu menyelimuti seluruh tubuhku pada saat itu, tapi pada saat itu fira tidak menjauhiku.

Bahkan setelah kejadian tersebut, wanita itu semakin dekat denganku.

Oh Tuhan punya cara lain ternyata, “ pikirku pada saat itu “

Semakin hari semakin besar rasa cinta yang ku tanam pada wanita tersebut.

Cara berfikirnya yang membuatku makin tergila gila kepadanya.

di umur yang notabene mulai memasuki masa remaja, fira mempunyai wawasan yang sangat luas seperti halnya orang dewasa.

Itu yang membuatku semakin tidak ingin melepaskannya begitu saja.

Waktu terus berjalan, aku semakin tidak bisa menahan rasa cintaku walaupun dia sudah mengetahuinya pada saat di coffe shop.

Tapi diriku tidak patah semangat, aku mencoba untuk kedua kalinya.

Ku yakin kali ini cintaku diterima, 

“ ku pikir saat itu hubungan diantara kita berdua baik baik saja, bahkan sangat baik “

- november ditanggal 10.

Waktu menunjukkan pukul jam 20.30 malam, di sebuah sofa dekat jendela di lantai 8 saat mulai mengenggam tangannya.

Aku mulai mengungkapkannya kembali, ku yakin kali ini perasaanku kali ini di terima.

Dannn.

Entah kenapa apa yang salah wanita tersebut hanya menjawab “tidak sekarang”

Perasaanku berantakan hebat pada malam itu.

Tapi fira terus menggenggam tanganku seakan hatinya berbicara tolong jangan tinggalkanku setelah ini.

lalu aku memeluknya, aku bisa merasakan apa yang fira rasakan.

Fira hanya butuh waktu, masa lalunya yang tidak bisa membuat fira menerimaku secepat ini.

Fira hanya butuh waktu, entah sampai kapan.

Entah sampai kapan dirinya bisa menerima kehadiranku dengan tulus.

Akupun tidak mengerti kenapa hingga sekarang perasaan ini semakin menggila untuk mendapatkannya kembali.

Waktu terus berjalan.

saat ini hubunganku masih baik baik saja, bahkan setelah kejadian ini.

Aku banyak belajar dari fira.

Aku banyak belajar tentang arti kesabaran.

ini belum seberapa, masih banyak kesempatan di lain waktu hingga hatiku benar benar lelah untuk berjuang kembali..



Terimakasih hati yang sampai saat ini masih berusaha, terimakasih perasaan yang sampai saat ini masih berjuang.

semoga kamu kuat.”

Senin, 29 Juni 2020

2 hari kamu cantik

Se-sederhana itu gaya outfitmu, dengan Jaket pink cerah mengajakku mengelilingi indahnya kota jakarta.
    ternyata bahagia sesaat itu mudah, dengan mengililingi kota jakarta sudah membuatku bahagia pada malam itu.
Yaaa denganmu tentunya.
Entah jika aku berangkat sendirian.
Mungkin tidak sebahagia jika denganmu.
Terimakasih sudah mau pergi denganku,
Terimakasih pula sudah mau ber-pancong-ria denganku.
Iya coklat keju kesukaanmu, itu yang kamu pesan pada malam itu.
Tadinya aku juga mau memesan dengan pesanan yang sama denganmu.
Tapi apadaya mungkin si penjual pancong sudah lelah.
Tidak mendengarkan apa yang ku pesan pada malam itu.
Tidak apa apa.
Aku tetap memakannya, sambil menatap wajahmu tentunya.
Pancong pada malam itu terasa enak.
Entah karena memang 1/2 matang atau mungkin, aku menyantapnya dengan menatap wajahmu.
Manis, Bukan wajahmu, tapi pancong buatan si penjual.
dan Tidak lupa juga kita memesan minuman di sebuah gerai coffee tepat di atas kedai pancong.
Perbincangan malam itu terasa hangat di mulai dari lelucon lelucon yang kamu beritahu sampai saling memberitahu kesibukan kita masing masing.
Ku kira perbincangan pada saat itu itu hanya bertahan pada malam itu saja, ternyata kamu mengajakku untuk berbincang kembali pada malam selanjutnya,
Senang bukan main, jadi ini yang namanya love goals ( pemikiran jahatku pada malam itu ).

-
-
-



Di malam selanjutnya kita bertemu lagi, kali ini kamu menggunakan jaket hitam dan baju burung hantumu, iya 4 burung hantu saling berdampingan, bersebelahan, berpasangan.
Jika di izinkan, aku juga mau masuk ke dalam circle burung hantu yang ada di bajumu,
Denganmu tentunya, agar aku bisa menatapmu setiap saat.
Layaknya sudah berteman lama, aku mulai nyaman dengan gaya permainanmu yang kamu buat.
Dengan ke egoisanmu. selalu saja aku menuruti apamaumu, 
bodoh?
Tidak ada kata bodoh untuk mendapatkan hatinya.
Aku semakin bahagia ketika kita mulai menyanyikan lagu kesukaanmu.
Aku semakin jatuh cinta ketika dirimu menyanyikan tepat di bagian 

“Jangan pergi dari cintaku
Biar saja tetap denganku
Biar semua tahu adanya
Dirimu memang punyaku”

Sesekali aku tersenyum melihatmu mengeluarkan suara yang tergolong lucu,
Suara suara yang harus mengikuti apa kata hatimu.
Jelas sekali ditelingaku dirimu mengeluarkan suara Alto, Sopran, Baritone.
Sebenarnya tidak ada masalah selama itu membuatmu nyaman.
Tidak masalah juga untukku sebagai orang yang harus mengikuti apa maunya suaramu.
yang terpenting.
Aku masih berada disampingmu.
Itu aneh, ya buatku itu aneh.
Aneh karena semakin lama diriku semakin nyaman ketika bersamamu.

Terimakasih sudah membuat hariku berubah selama 2 hari, maaf soal cubitan di pipi.
Itu hanya bercanda.
Sampai bertemu dilain waktu fad

Kamis, 30 April 2020

Aku, rumit

18Tahun, sudah bekerja
yang dimana aku di tempatkan dengan posisi yang seharusnya jatuh kepada lulusan Sarjana, tapi aku bisa menempatkannya hanya dengan tamatan Sekolah Menengah Atas.
Aku bangga tapi akupun masih ke kanak kanakan.
Aku yang tidak pasti jam berapa harus berangkat ke bandara, kadang aku harus berangkat ketika matahari terbit, kadang juga harus berangkat ketika matahari terbenam.
Awalnya aku bangga, aku senang melakukannya karena hanya orang tertentu yang bisa menempatkan posisi itu.
Teman temanku bangga kepadaku, bahkan banyak wanita yang me-nyukaiku.
Pada waktu itu, aku sangat banyak bersyukur kepada Tuhan kenapa orang sepertiku bisa menempatkan posisi itu.
Ramp dispatcher, itulah posisi yang saat itu aku raih
Singkatnya tugas ramp dispatcher itu sangatlah berat, seorang ramp dispatcher mempunyai hak atas kapan pesawat harus take off / landing.
Tidak heran seorang ramp dispatcher banyak mempunyai teman pilot/pramugari/dll
Pada akhirnya.
Rasa iri itu muncul, bukan.
Bukan iri terhadap profesi pilot, tapi aku iri terhadap teman temanku yang setiap kali aku harus berangkat kerja.
Mereka asik berkumpul, berdiskusi. Menikmati masa menganggur mereka dengan cara berkumpul.
Aku yang pada saat itu masih berusia 18 Tahun dan belum menemukan jati diri.
Harus bekerja disaat teman temanku asik berkumpul.
Aku bingung, aku bingung aku harus bekerja atau cabut hanya untuk berkumpul dengan teman temanku, who cares?
Toh aku bekerjapun uangnya hanya untuk foya foya, belum berfikir terlalu jauh untuk menata masa depan karena aku fikir berkumpul dengan teman teman itu lebih asik.
Benar saja. Disaat hatiku mulai bergjelokan untuk meninggalkan pekerjaan beberapa hari demi teman temanku.
Saat itu pula aku pun sempat mempunyai pacar, Mayda namanya
dia cantik, pengertian, suka dengan hal hal yang berbau hang out
Aku yang di kala itu mulai enggan berangkat kerja dan lebih memilih pergi hang out bersama mayda.
Sampai akhirnya rasa malas itu makin menjadi.
singkat cerita aku memutuskan untuk resign.
Tidak.
Aku tidak resign.
Aku hilang arah. Aku kabur, aku cabut seperti se-masa sekolah dahulu.
Sampai akhirnya namaku tidak terpampang di papan schedule kerjaku.
Dan saat itu juga aku tau.
Bahwa aku telah di keluargkan dari perusahaan tempatku bekerja.
Apakah aku menyesal?
Pada saat itu sama sekali tidak terfikir untuk menyesal.
Bahkan aku senang.
Senang karena bisa kembali berkumpul bersama teman teman baikku,
Aku mempunyai banyak waktu untuk berkunjung kerumah pacarku pada waktu itu.
Seminggu, dua minggu, sebulan, belum terasa aneh, aku masih sangat menikmati moment tersebut.
Pada akhirnya tepat di dua bulan setelah aku resign.
teman teman baikku sudah mulai sibuk, mereka mulai mencari jati dirinya.
Tapi aku?
Aku dengan sejuta kemalasanku yang sudah tertumpuk, sulit untuk mencari pekerjaan baru.
Aku tidak peduli, aku menganggap semuanya baik baik saja.
Tidak ada yang salah, aku masih mempunyai mayda. dia yang selalu ada untukku
Pada akhirnya setelah semuanya benar benar sibuk dengan pekerjaannya masing masing.
Aku hanya mempunyai satu pegangan.
Ya betul.
Mayda.
Dia yang pada saat itu masih selalu ada ketika aku butuh sandaran.
Sampai akhirnya Mayda yang selalu support semua kebutuhanku dari A sampai Z.
Tiba saatnya aku mulai berfikir.
wtf.
Aku tak bisa seperti ini terus menerus.
Aku harus bangkit, tapi mungkin Tuhan marah.
Marah karena aku mungkin kurang bersyukur dengan apa yang Tuhan beri pada saat itu.
Kemarahan Tuhan tidak berhenti sampai disini.
Pada suatu ketika terjadi masalah besar yang terjadi pada mayda denganku.
Bukan masalah yang dimana salah satu pihak memainkan perasaan.
Ini lebih dari sekedar masalah, ini bencana.
Dan benar saja.
Tuhan tidak mendukungku saat itu.
Tuhan masih marah kepadaku.
Tuhan memutuskan hubunganku dengan mayda.
Benar saja itu terjadi di malam pergantian tahun 2017, yang dimana orang orang harusnya menikmati pergantian tahun dengan meriahnya petasan yang ada di langit,tapi tidak denganku
Aku harus ber-urusan dengan Pihak berwajib karena masalahku dengan mayda.
Aku hanya bisa sabar menerima kenyataan,
Saat malam pergantian Tahun baru terjadi, disitu pula aku tidak mempunyai siapa siapa.
Aku sendiri, tidak ada yang mendukungku kecuali mama.
Iya mama yang seringkali aku bikin naik darah.
hanya mama yang saat itu bisa aku sandarkan.
Dia tidak pernah benci kepadaku.
Aku tau dia marah, tapi mama selalu saja sayang kepadaku.
Saat itu Tuhan mungkin masih marah kepadaku,
tapi Tuhan saat itu masih menitipkan mama untuk menjagaku.
mami memang terbaik.
Dia ada, dia selalu siap siaga. dia memang marah.
Tapi mama tidak pernah memendam rasa benci kepadaku.
Masalah aku dengan mayda selesai.
Tapi ada masalah baru dengan mama.

Senin, 22 April 2019

yam.

Entahlah, apakah perasaan ini layak disebut cinta atau bukan, yang pasti perasaan itu masih ada menempel dengan kuatnya dihatiku..
Karena menurutku cinta memang tak terdefinisikan dan hanya bisa dirasakan.

Tahun 2017

Aku menyukainya jauh sebelum dia mengenalku..
Kami dipertemukan di rumahnya pada malam hari , tapi sayang pada saat itu dia masih berpacaran dengan sahabatku , aku sering berkumpul dengan dia dan pacarnya pada saat itu , kadang kadang kami berada di satu tempat yang sama namun tak pernah menyapa satu sama lain, mungkin karena dia sedang asyik dengan kekasihnya saat itu dan tak pernah menyadari kehadiranku.
Rasa itu kusimpan rapat dan kubiarkan mengendap didalam hati.

masih di Tahun 2017 


setelah dia putus dengan sahabatku , aku mulai menguhubungi dia,  aku melonjak kegirangan setelah tahu pesan singkat itu dari dia yang saat itu sudah mulai merespon pesan singkatku walaupun hanya sebatas teman.
Hari-hariku pun menjadi berbunga, kami bisa menghabiskan ratusan pesan dalam sehari untuk bercerita tentang hal yang sebenarnya tidak penting, kemudian dilanjutkan dengan pembicaraan lewat telephone semalam suntuk.
Dia tahu aku menyukainya.
Dia mengetahui semua itu hanya dari temannya dan dari pesan singkat yang aku kirim kepada temannya, sebenarnya dia ingin aku mengatakan itu dihadapan dia, dia selalu menunggu aku mengatakan suka padanya tapi hal itu tak pernah terjadi.
Mungkin dia menganggapku tak menyukainya sehingga dia pun menjalin kasih dengan mantannya kembali.
Rasa itu kembali kusimpan dan kubiarkan mengendap didalam hati.
Dia dan mantannya tak bertahan lama, entah kenapa perasaanku sangat senang saat dia kembali sendiri.
Hal itu tidak mengurangi keakraban aku dengan dia, walaupun tidak sedekat dulu lagi.
Rasa itu tetap kusimpan dan tetap kubiarkan mengendap dihatiku.

Juli di Tahun 2017

Tepat di bulan Juli setelah tau dia sudah benar benar sendiri. akupun mulai berani untuk kembali mencoba menghubungi dia kembali , dan Yappp diapun mulai merespon kembali pesan singkatku.
aku mencoba mengulang kembali hal hal yang dulu pernah terjadi.
tetapi dia selalu membuatku bingung akan hal apa yang dia inginkan.
tapi aku tidak berenti disitu. akupun kembali berjuang untuk mendapatkan hatinya.
dengan bantuan sahabatku yang bernama via.
sampai akhirnya sahabatku sangat akrab dengan dia.
via yang kala itu masih berpacaran dengan seniornya sewaktu SMA yang bukan lain adalah teman se-per Basketan ku juga.


Agustus di Tahun 2017


Tepat di tanggal 3 sore hari aku memberanikan diri untuk kerumahnya dengan membawa Pizza untuk teman temannya yang kebetulan sedang berada dirumah dia , tak ada rencana sama sekali untuk megungkapkan rasa suka kepada dirinya.
tapi entah kenapa setelah aku bertatap mata dengan dirinya.
Hatiku sudah tidak kuat untuk menahan rasa yang selama ini aku pendam.
Dann.....
pada akhirnya akupun mengungkapkan rasa sukaku kepada dirinya.
saat itu juga diapun menerima rasa sukaku kepada dirinya sampai akhirnya kita berpacaran tepat di tanggal 3 agustus 2018.

September di Tahun 2017.

 
Hubungan kami sangat baik , dari mulai aku yang sering mengunjungi rumah dia sampai akhirnya dia ku kenalkan kepada mama.
mama yang saat itu sudah sangat paham anaknya sedang mengalami masa cinta di masa remajanya.
dengan sangat antusias mama sangat menerima dia lapang dada.
Bahkan mama sudah menganggap dia sebagai anaknya sendiri.
Ayahku yang kala itu sangat jarang dirumah dikarenakan sibuk bekerja. setelah pertamakali melihat dia ternyata adalah pacarku , Respon ayahku sangatlah baik dikarenakan sikap dia yang sangat sopan kepada keluargaku pada saat itu.

Oktober di Tahun 2017

 
9 Oktober.
aku ingat.
dia sangat memprioritaskan diriku. dari mulai pagi hari dia berangkat bekerja sampai sore dia Terus selalu bersamaku!
Sungguh sangat senang diriku karena ada Wanita yang sangat sempurna menemani hari hariku.
Malam hari tepat Jam 12 pergantian hari,10 Oktober 2017;
 itu adalah Tepat dimana Ulangtahun ke 19ku.
dia orang pertama yang mengucapkan Selamat Ulangtahun dan dilanjutkan oleh sahabatnya yang bernama Diah.
dari mulai ber-foto bareng , membuat video bareng. kita melakukannya bersama sama.
sampai akhirnya di Moment tiup lilin.
aku Mengucapkan Makewish.
dia yang sampai saat ini belum mengetahui Makewish apa yang aku ucapkan ketika aku berumur 19th.
aku yang kala itu berucap makewish.

Agar semoga seseorang yang berada disampingku sekarang akan menjadi ibu dari anak anakku nanti , aku berharap dia yang akan menjadi pendampingku kelak ketika aku sudah saatnya untuk menikah.


Desember di Tahun 2017


dimana Momentnya sama dengan apa yang aku rasakan pada bulan bulan sebelumnya , tapi kali ini pada akhir pergantian Tahun 2017 kejadian sangat gila terjadi pada diriku dan dirinya.
aku ingat.
diantara Hubungan kita tidak ada masalah satu sama lain.
Bahkan hubungan kita sangat amat jauh dari kata ribut.
sesuatu terjadi.
hal yang sangat tidak bisa ku lupakan selama lamanya tepat di pergantian tahun 2017..



sampai akhirnya. kita memutuskan hubungan karena salah satu orangtua kita tidak setuju dengan adanya hubungan yang spesial diantara kita.


April di Tahun 2018.


Aku baru mengetahui melalui situs jejaring sosial yang ia gunakan pada saat itu. aku baru mengetahui jika dia mempunyai hubungan baru dengan laki laki lain.
Akupun berangsur-angsur menjauh karena tak ingin merusak kebahagiannya bersama laki laki itu.
Sungguh hal itu sangat menyiksaku, aku tak dapat menahan perasaan yang sudah lama kupendam.
Aku ingin mengakhiri perasaan itu, aku pun mengatakan apa yang kurasakan padanya.
Aku tak ingin mendapat jawaban atas perasaanku, aku hanya ingin meluapkan apa yang kurasakan dan berharap dapat mengakhirinya.
aku tak ingin merasakan penyesalan seumur hidup karena tak pernah mengatakan perasaan pada orang yang kucintai.
Setidaknya itu dapat mengurangi bebanku dan dapat membuatku melupakannya.
Rasa itu semakin menyakitiku dan mengendap semakin dalam dihatiku.


 
Terimakasih sudah pernah menjadi bagian dalam hidupku walaupun hanya dalam jangka yang sangat singkat.
apapun alasannya.
sampai detik ini terkadang aku suka memikirkan dirinya.
jagadiri ya mey.
ilysm

Noxious

14 Sachet
Average weekly coffee drank
180 Lines
Average weekly lines of code
378 People
Average yearly happy people

r

Contact

Talk to us

My name is Hendrawan Ardi Putra. I was born in Bekasi, October 10th, 1998. My hobbies are writing and reading. If there is a competition, I would love to take part as long as it relates to the world of authorship. It was my first step to achieve my goal of becoming a famous writer.

Address:

Jl.Raya Hankam Gg Melati 2

Work Time:

24 Hours ( no sleep )

Phone:

Contact Hendrawanardiputra@yahoo.co.id

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Tamparan keras dari yang maha lembut

Hari ini adalah hari yang paling berkesan dari hari hari sebelumnya, aku di tampar oleh orang nakal sewaktu masih mengenyam pendidikan di ba...

Pengunjung

Pengikut