Jujur,
Tahun ini telah menjadi pola siklus yang begitu menakjubkan, atas betapa luar biasanya rasa lelah.
Lelah atas apa yang ku lakukan pada diriku sendiri, ego yang membuat hidupku semakin berantakan, entah secara attitude, financial, maupun kisah percintaan yang saat ini ku jalani.
Iya cinta...
Cinta yang mulai tumbuh lewat media sosial, entah bagaimana tiba tiba bisa jatuh cinta.
Rasa yang tiba tiba muncul tanpa alasan membuatku yakin dia orang yang tepat...
Benar saja.
Kerudung cantik itu membuatku makin terpana bukan karena ke elokan tubuhnya, karena sikap yang membuatku tumbuh menjadi se dewasa mungkin.
Thats right.
Fira namanya.
Wanita berkerudung itu yang bisa membuatku tunduk kepadanya.
Entah kenapa dengan setiap kata yang dia ucapkan, semakin bisa diriku meredam emosi yang selama ini ku tanam.
“Oh Tuhan bantu aku” ,lagi lagi aku meminta kepadanya agar bisa mendapatkan hatinya.
Waktu terus berjalan, lambat laun Tuhan pun mengabulkan permintaan hambanya yang penuh dosa ini.
Aku sangat bahagia pada saat itu, bahagia karena Tuhan telah mengabulkan permintaanku tanpa melihat dosa dosaku.
Se-iring berjalannya waktu, tiba pada saat waktunya.
Aku mulai memberanikan diri untuk mengungkapkan rasa yang selama ini ku pendam.
di sebuah coffee shop pada sore hari itulah moment pertamakali yang tidak bisaku lupakan.
Jam menunjukkan pukul 17.30 , disaat kita berdua sedang asik asiknya meminum racikan coffee yang telah di buat oleh barista .
Tubuhku yang mulai gemetar,
Aku takut.
Takut untuk mengungkapkannya, tapi hatiku sudah tidak kuat untuk menahan.
Pada akhirnya aku memberanikan diri untuk berkata.
“ By, do u wanna be my gf? “
Lalu dia menjawab.
not now.
!,&,@,$/!:’@£$¥)<;~£¥@>(~;|/\&.@¥”
Pikiranku langsung kosong pada saat itu, entah apa yang salah.
Mungkin Tuhan telah memberi hukuman kepadaku.
Tuhan yang awalnya mengabulkan
permintaanku, lalu mematahkannya kembali.
Aku tau penyebabnya.
Aku tidak menjalankan perintahnya sebagaimana hambanya yang lain mematuhi perintahnya.
Atau memang Tuhan punya cara lain untuk menyatukanku?
Kurasa tidak.
Rasa malu menyelimuti seluruh tubuhku pada saat itu, tapi pada saat itu fira tidak menjauhiku.
Bahkan setelah kejadian tersebut, wanita itu semakin dekat denganku.
Oh Tuhan punya cara lain ternyata, “ pikirku pada saat itu “
Semakin hari semakin besar rasa cinta yang ku tanam pada wanita tersebut.
Cara berfikirnya yang membuatku makin tergila gila kepadanya.
di umur yang notabene mulai memasuki masa remaja, fira mempunyai wawasan yang sangat luas seperti halnya orang dewasa.
Itu yang membuatku semakin tidak ingin melepaskannya begitu saja.
Waktu terus berjalan, aku semakin tidak bisa menahan rasa cintaku walaupun dia sudah mengetahuinya pada saat di coffe shop.
Tapi diriku tidak patah semangat, aku mencoba untuk kedua kalinya.
Ku yakin kali ini cintaku diterima,
“ ku pikir saat itu hubungan diantara kita berdua baik baik saja, bahkan sangat baik “
- november ditanggal 10.
Waktu menunjukkan pukul jam 20.30 malam, di sebuah sofa dekat jendela di lantai 8 saat mulai mengenggam tangannya.
Aku mulai mengungkapkannya kembali, ku yakin kali ini perasaanku kali ini di terima.
Dannn.
Entah kenapa apa yang salah wanita tersebut hanya menjawab “tidak sekarang”
Perasaanku berantakan hebat pada malam itu.
Tapi fira terus menggenggam tanganku seakan hatinya berbicara tolong jangan tinggalkanku setelah ini.
lalu aku memeluknya, aku bisa merasakan apa yang fira rasakan.
Fira hanya butuh waktu, masa lalunya yang tidak bisa membuat fira menerimaku secepat ini.
Fira hanya butuh waktu, entah sampai kapan.
Entah sampai kapan dirinya bisa menerima kehadiranku dengan tulus.
Akupun tidak mengerti kenapa hingga sekarang perasaan ini semakin menggila untuk mendapatkannya kembali.
Waktu terus berjalan.
saat ini hubunganku masih baik baik saja, bahkan setelah kejadian ini.
Aku banyak belajar dari fira.
Aku banyak belajar tentang arti kesabaran.
ini belum seberapa, masih banyak kesempatan di lain waktu hingga hatiku benar benar lelah untuk berjuang kembali..
Terimakasih hati yang sampai saat ini masih berusaha, terimakasih perasaan yang sampai saat ini masih berjuang.
semoga kamu kuat.”