Welcome to Hendro's story

i want something

Find Out More Purchase Theme

Find me

Facebook

Read More

Instagram

Read More

Soundcloud

Read More

Youtube

Read More

Click view more

Rabu, 09 Desember 2020

Dear vida

Dear vida


Aku salah, ku pikir kamu rumah.

Nyatanya aku hanya singgah

Seberapapun aku coba untuk menyanggah.

Tetap saja aku kalah..

Jadi?

Biarlah aku yang patah,

Kamu? Tetaplah bertumbuh

Tenang, aku tidak kan menagih janjimu.

Anggap saja semua hanya omong kosong, se simple itu bukan?

Ini hanya masalah dua insan yang dipaksakan untuk bersatu, sesuatu yang di paksakan rasanya sangat tidak enak bukan?

Haha maaf, telah menuntut banyak darimu.

Menuntut agar kamu tidak pergi, menuntut agar kamu selalu ada buat ku.

Pasti kamu sudah tidak bisa menahan tuntutanku bukan?

Tak apa, keputusan kamu tepat untuk segera pergi dari beban yang ku taruh setiap hari di pikiranmu.

Ku harap, kamu semakin baik setelah kejadian ini.

Oiya, sebelum kamu benar benar pergi.

Aku hanya ingin bilang,

Aku tidak pernah merasa menyesal telah menaruh sepenuh hati

Terlihat begitu ke kanak kanakan, tapi ya beginilah aku.

Setelah ini, semoga aku bisa menjadi lebih dewasa. Amin

Titip salam buat ayah,bunda,mayang & uma yaa.


Sampai ketemu lagi ketika aku sudah berfikir dewasa.

ilsym.

Selasa, 08 Desember 2020

Vida lebih dari sekedar perumahan

Vida lebih dari sekedar perumahan

Jujur,

Tahun ini telah menjadi pola siklus yang begitu menakjubkan, atas betapa luar biasanya rasa lelah.


Lelah atas apa yang ku lakukan pada diriku sendiri, ego yang membuat hidupku semakin berantakan, entah secara attitude, financial, maupun kisah percintaan yang saat ini ku jalani.

Iya cinta...

Cinta yang mulai tumbuh lewat media sosial, entah bagaimana tiba tiba bisa jatuh cinta.

Rasa yang tiba tiba muncul tanpa alasan membuatku yakin dia orang yang tepat...

Benar saja.

Kerudung cantik itu membuatku makin terpana bukan karena ke elokan tubuhnya, karena sikap yang membuatku tumbuh menjadi se dewasa mungkin.

Thats right.

Fira namanya.

Wanita berkerudung itu yang bisa membuatku tunduk kepadanya.

Entah kenapa dengan setiap kata yang dia ucapkan, semakin bisa diriku meredam emosi yang selama ini ku tanam.

“Oh Tuhan bantu aku” ,lagi lagi aku meminta kepadanya agar bisa mendapatkan hatinya.

Waktu terus berjalan, lambat laun Tuhan pun mengabulkan permintaan hambanya yang penuh dosa ini.

Aku sangat bahagia pada saat itu, bahagia karena Tuhan telah mengabulkan permintaanku tanpa melihat dosa dosaku.

Se-iring berjalannya waktu, tiba pada saat waktunya.

Aku mulai memberanikan diri untuk mengungkapkan rasa yang selama ini ku pendam.

di sebuah coffee shop pada sore hari itulah moment pertamakali yang tidak bisaku lupakan.

Jam menunjukkan pukul 17.30 , disaat kita berdua sedang asik asiknya meminum racikan coffee yang telah di buat oleh barista .

Tubuhku yang mulai gemetar, 

Aku takut.

Takut untuk mengungkapkannya, tapi hatiku sudah tidak kuat untuk menahan.

Pada akhirnya aku memberanikan diri untuk berkata.

“ By, do u wanna be my gf? “

Lalu dia menjawab.

not now.

!,&,@,$/!:’@£$¥)<;~£¥@>(~;|/\&.@¥”

Pikiranku langsung kosong pada saat itu, entah apa yang salah.

Mungkin Tuhan telah memberi hukuman kepadaku.

Tuhan yang awalnya mengabulkan 

permintaanku, lalu mematahkannya kembali.

Aku tau penyebabnya.

Aku tidak menjalankan perintahnya sebagaimana hambanya yang lain mematuhi perintahnya.

Atau memang Tuhan punya cara lain untuk menyatukanku?

Kurasa tidak.

Rasa malu menyelimuti seluruh tubuhku pada saat itu, tapi pada saat itu fira tidak menjauhiku.

Bahkan setelah kejadian tersebut, wanita itu semakin dekat denganku.

Oh Tuhan punya cara lain ternyata, “ pikirku pada saat itu “

Semakin hari semakin besar rasa cinta yang ku tanam pada wanita tersebut.

Cara berfikirnya yang membuatku makin tergila gila kepadanya.

di umur yang notabene mulai memasuki masa remaja, fira mempunyai wawasan yang sangat luas seperti halnya orang dewasa.

Itu yang membuatku semakin tidak ingin melepaskannya begitu saja.

Waktu terus berjalan, aku semakin tidak bisa menahan rasa cintaku walaupun dia sudah mengetahuinya pada saat di coffe shop.

Tapi diriku tidak patah semangat, aku mencoba untuk kedua kalinya.

Ku yakin kali ini cintaku diterima, 

“ ku pikir saat itu hubungan diantara kita berdua baik baik saja, bahkan sangat baik “

- november ditanggal 10.

Waktu menunjukkan pukul jam 20.30 malam, di sebuah sofa dekat jendela di lantai 8 saat mulai mengenggam tangannya.

Aku mulai mengungkapkannya kembali, ku yakin kali ini perasaanku kali ini di terima.

Dannn.

Entah kenapa apa yang salah wanita tersebut hanya menjawab “tidak sekarang”

Perasaanku berantakan hebat pada malam itu.

Tapi fira terus menggenggam tanganku seakan hatinya berbicara tolong jangan tinggalkanku setelah ini.

lalu aku memeluknya, aku bisa merasakan apa yang fira rasakan.

Fira hanya butuh waktu, masa lalunya yang tidak bisa membuat fira menerimaku secepat ini.

Fira hanya butuh waktu, entah sampai kapan.

Entah sampai kapan dirinya bisa menerima kehadiranku dengan tulus.

Akupun tidak mengerti kenapa hingga sekarang perasaan ini semakin menggila untuk mendapatkannya kembali.

Waktu terus berjalan.

saat ini hubunganku masih baik baik saja, bahkan setelah kejadian ini.

Aku banyak belajar dari fira.

Aku banyak belajar tentang arti kesabaran.

ini belum seberapa, masih banyak kesempatan di lain waktu hingga hatiku benar benar lelah untuk berjuang kembali..



Terimakasih hati yang sampai saat ini masih berusaha, terimakasih perasaan yang sampai saat ini masih berjuang.

semoga kamu kuat.”

Senin, 29 Juni 2020

2 hari kamu cantik

2 hari kamu cantik

Se-sederhana itu gaya outfitmu, dengan Jaket pink cerah mengajakku mengelilingi indahnya kota jakarta.
    ternyata bahagia sesaat itu mudah, dengan mengililingi kota jakarta sudah membuatku bahagia pada malam itu.
Yaaa denganmu tentunya.
Entah jika aku berangkat sendirian.
Mungkin tidak sebahagia jika denganmu.
Terimakasih sudah mau pergi denganku,
Terimakasih pula sudah mau ber-pancong-ria denganku.
Iya coklat keju kesukaanmu, itu yang kamu pesan pada malam itu.
Tadinya aku juga mau memesan dengan pesanan yang sama denganmu.
Tapi apadaya mungkin si penjual pancong sudah lelah.
Tidak mendengarkan apa yang ku pesan pada malam itu.
Tidak apa apa.
Aku tetap memakannya, sambil menatap wajahmu tentunya.
Pancong pada malam itu terasa enak.
Entah karena memang 1/2 matang atau mungkin, aku menyantapnya dengan menatap wajahmu.
Manis, Bukan wajahmu, tapi pancong buatan si penjual.
dan Tidak lupa juga kita memesan minuman di sebuah gerai coffee tepat di atas kedai pancong.
Perbincangan malam itu terasa hangat di mulai dari lelucon lelucon yang kamu beritahu sampai saling memberitahu kesibukan kita masing masing.
Ku kira perbincangan pada saat itu itu hanya bertahan pada malam itu saja, ternyata kamu mengajakku untuk berbincang kembali pada malam selanjutnya,
Senang bukan main, jadi ini yang namanya love goals ( pemikiran jahatku pada malam itu ).

-
-
-



Di malam selanjutnya kita bertemu lagi, kali ini kamu menggunakan jaket hitam dan baju burung hantumu, iya 4 burung hantu saling berdampingan, bersebelahan, berpasangan.
Jika di izinkan, aku juga mau masuk ke dalam circle burung hantu yang ada di bajumu,
Denganmu tentunya, agar aku bisa menatapmu setiap saat.
Layaknya sudah berteman lama, aku mulai nyaman dengan gaya permainanmu yang kamu buat.
Dengan ke egoisanmu. selalu saja aku menuruti apamaumu, 
bodoh?
Tidak ada kata bodoh untuk mendapatkan hatinya.
Aku semakin bahagia ketika kita mulai menyanyikan lagu kesukaanmu.
Aku semakin jatuh cinta ketika dirimu menyanyikan tepat di bagian 

“Jangan pergi dari cintaku
Biar saja tetap denganku
Biar semua tahu adanya
Dirimu memang punyaku”

Sesekali aku tersenyum melihatmu mengeluarkan suara yang tergolong lucu,
Suara suara yang harus mengikuti apa kata hatimu.
Jelas sekali ditelingaku dirimu mengeluarkan suara Alto, Sopran, Baritone.
Sebenarnya tidak ada masalah selama itu membuatmu nyaman.
Tidak masalah juga untukku sebagai orang yang harus mengikuti apa maunya suaramu.
yang terpenting.
Aku masih berada disampingmu.
Itu aneh, ya buatku itu aneh.
Aneh karena semakin lama diriku semakin nyaman ketika bersamamu.

Terimakasih sudah membuat hariku berubah selama 2 hari, maaf soal cubitan di pipi.
Itu hanya bercanda.
Sampai bertemu dilain waktu fad

Kamis, 30 April 2020

Aku, rumit

Aku, rumit

18Tahun, sudah bekerja
yang dimana aku di tempatkan dengan posisi yang seharusnya jatuh kepada lulusan Sarjana, tapi aku bisa menempatkannya hanya dengan tamatan Sekolah Menengah Atas.
Aku bangga tapi akupun masih ke kanak kanakan.
Aku yang tidak pasti jam berapa harus berangkat ke bandara, kadang aku harus berangkat ketika matahari terbit, kadang juga harus berangkat ketika matahari terbenam.
Awalnya aku bangga, aku senang melakukannya karena hanya orang tertentu yang bisa menempatkan posisi itu.
Teman temanku bangga kepadaku, bahkan banyak wanita yang me-nyukaiku.
Pada waktu itu, aku sangat banyak bersyukur kepada Tuhan kenapa orang sepertiku bisa menempatkan posisi itu.
Ramp dispatcher, itulah posisi yang saat itu aku raih
Singkatnya tugas ramp dispatcher itu sangatlah berat, seorang ramp dispatcher mempunyai hak atas kapan pesawat harus take off / landing.
Tidak heran seorang ramp dispatcher banyak mempunyai teman pilot/pramugari/dll
Pada akhirnya.
Rasa iri itu muncul, bukan.
Bukan iri terhadap profesi pilot, tapi aku iri terhadap teman temanku yang setiap kali aku harus berangkat kerja.
Mereka asik berkumpul, berdiskusi. Menikmati masa menganggur mereka dengan cara berkumpul.
Aku yang pada saat itu masih berusia 18 Tahun dan belum menemukan jati diri.
Harus bekerja disaat teman temanku asik berkumpul.
Aku bingung, aku bingung aku harus bekerja atau cabut hanya untuk berkumpul dengan teman temanku, who cares?
Toh aku bekerjapun uangnya hanya untuk foya foya, belum berfikir terlalu jauh untuk menata masa depan karena aku fikir berkumpul dengan teman teman itu lebih asik.
Benar saja. Disaat hatiku mulai bergjelokan untuk meninggalkan pekerjaan beberapa hari demi teman temanku.
Saat itu pula aku pun sempat mempunyai pacar, Mayda namanya
dia cantik, pengertian, suka dengan hal hal yang berbau hang out
Aku yang di kala itu mulai enggan berangkat kerja dan lebih memilih pergi hang out bersama mayda.
Sampai akhirnya rasa malas itu makin menjadi.
singkat cerita aku memutuskan untuk resign.
Tidak.
Aku tidak resign.
Aku hilang arah. Aku kabur, aku cabut seperti se-masa sekolah dahulu.
Sampai akhirnya namaku tidak terpampang di papan schedule kerjaku.
Dan saat itu juga aku tau.
Bahwa aku telah di keluargkan dari perusahaan tempatku bekerja.
Apakah aku menyesal?
Pada saat itu sama sekali tidak terfikir untuk menyesal.
Bahkan aku senang.
Senang karena bisa kembali berkumpul bersama teman teman baikku,
Aku mempunyai banyak waktu untuk berkunjung kerumah pacarku pada waktu itu.
Seminggu, dua minggu, sebulan, belum terasa aneh, aku masih sangat menikmati moment tersebut.
Pada akhirnya tepat di dua bulan setelah aku resign.
teman teman baikku sudah mulai sibuk, mereka mulai mencari jati dirinya.
Tapi aku?
Aku dengan sejuta kemalasanku yang sudah tertumpuk, sulit untuk mencari pekerjaan baru.
Aku tidak peduli, aku menganggap semuanya baik baik saja.
Tidak ada yang salah, aku masih mempunyai mayda. dia yang selalu ada untukku
Pada akhirnya setelah semuanya benar benar sibuk dengan pekerjaannya masing masing.
Aku hanya mempunyai satu pegangan.
Ya betul.
Mayda.
Dia yang pada saat itu masih selalu ada ketika aku butuh sandaran.
Sampai akhirnya Mayda yang selalu support semua kebutuhanku dari A sampai Z.
Tiba saatnya aku mulai berfikir.
wtf.
Aku tak bisa seperti ini terus menerus.
Aku harus bangkit, tapi mungkin Tuhan marah.
Marah karena aku mungkin kurang bersyukur dengan apa yang Tuhan beri pada saat itu.
Kemarahan Tuhan tidak berhenti sampai disini.
Pada suatu ketika terjadi masalah besar yang terjadi pada mayda denganku.
Bukan masalah yang dimana salah satu pihak memainkan perasaan.
Ini lebih dari sekedar masalah, ini bencana.
Dan benar saja.
Tuhan tidak mendukungku saat itu.
Tuhan masih marah kepadaku.
Tuhan memutuskan hubunganku dengan mayda.
Benar saja itu terjadi di malam pergantian tahun 2017, yang dimana orang orang harusnya menikmati pergantian tahun dengan meriahnya petasan yang ada di langit,tapi tidak denganku
Aku harus ber-urusan dengan Pihak berwajib karena masalahku dengan mayda.
Aku hanya bisa sabar menerima kenyataan,
Saat malam pergantian Tahun baru terjadi, disitu pula aku tidak mempunyai siapa siapa.
Aku sendiri, tidak ada yang mendukungku kecuali mama.
Iya mama yang seringkali aku bikin naik darah.
hanya mama yang saat itu bisa aku sandarkan.
Dia tidak pernah benci kepadaku.
Aku tau dia marah, tapi mama selalu saja sayang kepadaku.
Saat itu Tuhan mungkin masih marah kepadaku,
tapi Tuhan saat itu masih menitipkan mama untuk menjagaku.
mami memang terbaik.
Dia ada, dia selalu siap siaga. dia memang marah.
Tapi mama tidak pernah memendam rasa benci kepadaku.
Masalah aku dengan mayda selesai.
Tapi ada masalah baru dengan mama.

Noxious

14 Sachet
Average weekly coffee drank
180 Lines
Average weekly lines of code
378 People
Average yearly happy people

r

Contact

Talk to us

My name is Hendrawan Ardi Putra. I was born in Bekasi, October 10th, 1998. My hobbies are writing and reading. If there is a competition, I would love to take part as long as it relates to the world of authorship. It was my first step to achieve my goal of becoming a famous writer.

Address:

Jl.Raya Hankam Gg Melati 2

Work Time:

24 Hours ( no sleep )

Phone:

Contact Hendrawanardiputra@yahoo.co.id

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Pengunjung

Pengikut